Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo, menilai Sulsel dan Terengganu Malaysia bersaudara. Hal itu bisa dilihat dengan banyaknya kesamaan di antara kedua daerah itu.
"Selamat datang di Sulsel. Kunjungan ini adalah kunjungan saudara, sahabat, pulang kampung ke Sulsel," kata Syahrul saat menerima kunjungan Raja Sultan Negeri Terengganu Malaysia yang mulia Sultan Mizan Saenal Abidin Ibni Al Marhum Sultan Mahmud Al Muktafi Billah Shah dan permaisuri yang mulia Nur Sahirah beserta rombongan, di Baruga Sangiaseri, Rujab Gubernur Sulsel, Senin (7/5/12).
Syahrul mengungkapkan, hubungan di masa lalu antara Sulsel dan Terengganu Malaysia, sangat holistik, dekat antara satu dan yang lain. Dilihat dari kesamaan adat, budaya, dan dimensi keagamaan.
"Kita bisa mengkreasikan apa yang ada di Sulsel dengan Terengganu untuk kesejahteraan dua negeri yang sangat kita cintai ini," ujarnya.
Mantan Bupati Gowa dua periode itu menjelaskan, Sulsel memang paling dekat dengan Malaysia. Bahkan, dua tokoh Malaysia merupakan keturunan Bugis Makassar, yakni Tun Abdul Razak dan Datuk Najib.
"Hampir di semua wilayah ada orang Bugis Makassar. Karena, kami adalah pelaut ulung, yang berani merantau ke negeri orang," pungkasnya.
Hal senada dikatakan Menteri Besar Terengganu, Dato Seri Haji Ahmad Bin Said. Menurutnya, Terengganu dan Sulsel memiliki banyak kesamaan. Mulai dari agama, budaya, dan adat istiadat.
"Denyut nadi dan perasaan kita adalah sama. Kita menjalin persaudaraan dan persahabatan. Ini adalah lawatan saudara sekampung," imbuhnya.
Showing posts with label Berita Makassar. Show all posts
Showing posts with label Berita Makassar. Show all posts
Monday, 7 May 2012
Tuesday, 3 April 2012
Makassar pintu gerbang Indonesia Timur
RAMAI yang tertanya-tanya apa istimewanya Makassar yang mendapat jolokan Pintu Gerbang Indonesia Timur dibanding dengan kota lain seperti Bali, Bandung atau Medan.
Sebenarnya tidak ramai menyedari Makassar memiliki pelbagai tarikan pelancong seperti pantai Losari, air terjun Bantimurung, Benteng Rotterdam dan terkini Trans Studio, antara taman tema terbaik di rantau ini.
Malah tidak lengkap perjalanan ke kota ini jika tidak menikmati keindahan Tana Toraja dan Malino yang disebut sebagai Puncak Makassar.
Pertama kali menjejakkan kaki di Makassar, anda pasti kagum melihat lapangan terbangnya yang tersergam hasil kerja tangan anak tempatan.
Setelah merehatkan diri apa kata ke Pantai Losari – satu-satunya pantai di tengah kota yang dulunya terkenal sebagai ‘meja terpanjang’ dunia kerana di sepanjang pantai banyak gerai menjual beraneka makanan.
Namun sekarang, penjaja makanan dipindahkan ke lokasi baru bagi memberi keselesaan kepada pengunjung menikmati dan merakamkan keindahan matahari terbenam.
Kunjungan ke Benteng Rotterdam yang dibangunkan pada tahun 1545 oleh Raja Gowa ke X iaitu Tunipallangga Ulaweng, pasti mengimbau sejarah penahanan Pangeran Diponegoro yang dibuang penjajah Belanda dari tanah Jawa ke Manado dan akhirnya ditempatkan di sini.
Benteng Rotterdam yang letaknya di tengah kota, sekarang menjadi muzium.
Penat di Benteng Rotterdam, anda boleh merehatkan minda di Pulau Kayangan dan Pulau Somalana dengan menaiki bot yang hanya mengambil masa 15 minit.
Di sana anda dapat menyertai pelbagai aktiviti air seperti jet ski, memancing, menyelam dan menikmati alunan muzik.
Jika mahu menikmati keindahan malam di pulau, anda boleh bermalam di calet atau hotel di sana.
Anda juga boleh ke
Monday, 2 April 2012
Terjadinya Pulau Sulawesi (1)
“Pada mulanya belum ada Sulawesi. Yang ada hanyalah laut di antara dua pulau. Lalu kedua pulau itu bertabrakan. Maka jadilah pulau Sulawesi. Itu sebabnya pinggangnya bergunung-gunung, banyak sungai, dan banyak besi, banyak emas” Begitulah kata-kata orang tua (pakada tomatua).
Mitologi Toraja lain lagi, dalam mitologi toraja digambarkan bahwa penutup bumi dulunya terlalu kecil, sehingga para dewata mengurut-urut bola bumi, supaya bajunya pas. Tahu-tahu, kebesaran, sehingga terjadilah kerut-kerut dan lipatan-lipatan yang merupakan asal usul gunung gunung.
Profesor John A. Katili, ahli geologi Indonesia yang merumuskan geomorfologi Pulau Sulawesi bahwa terjadinya Sulawesi akibat tabrakan dua pulau (Sulawesi bagian Timur dan Sulawesi bagian Barat) antara 19 sampai 13 juta tahun yang lalu, terdorong oleh tabrakan antara lempeng benua yang merupakan fundasi Sulawesi Timur bersama Pulau-Pulau Banggai dan Sula, yang pada gilirannya merupakan bagian dari lempeng Australia, dengan Sulawesi Barat yang selempeng dengan pulau-pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra, Sulawesi menjadi salah satu wilayah geologis paling rumit di dunia.
Sederhananya boleh dikata bahwa busur Sulawesi Barat lebih vulkanis, dengan banyak gunung berapi aktif di Sulawesi Utara dan vulkan mati di Sulawesi Selatan. Sedangkan busur Sulawesi Timur, tidak ada sisa-sisa vulkanisme, tapi lebih kaya mineral. Sumber-sumber minyak dan gas bumi dari zaman Tertiary tersebar di kedua busur itu, terutama di Teluk Tomini, Teluk Tolo, Teluk Bone, serta di Selat Makassar.
Perbedaan geomorfologi kedua pulau yang bertabrakan secara dahsyat itu menciptakan topografi yang bergulung gulung, di mana satu barisan gunung segera diikuti barisan gunung lain, yang tiba-tiba dipotong secara hampir tegak lurus oleh barisan gunung lain. Kurang lebih seperti kalau taplak meja disorong dari beberapa sudut dan arah sekaligus.Makanya jarang kita bisa mendapatkan pemandangan seperti di Jawa, Sumatera, atau Kalimantan, di mana gununggunung seperti kerucut dikelilingi areal persawahan atau hutan sejauh mata memandang. Kecuali di Sulawesi Selatan (itupun di selatan Kabupaten Enrekang), kita sulit menemukan hamparan tanah pertanian yang rata.
Sederhananya, Sulawesi adalah pulau gunung, lembah, dan danau, sementara dataran yang subur, umumnya terdapat di sekeliling danau-danau yang bertaburan di keempat lengan pulau Sulawesi. Ekologi yang demikian ikut menimbulkan begitu banyak kelompok etno-linguistik. Setiap kali satu kelompok menyempal dari kelompok induknya dan berpindah menempati sebuah lembah atau dataran tinggi di seputar danau, kelompok itu terpisah oleh suatu benteng alam dari kelompok induknya, dan lewat waktu puluhan atau ratusan tahun, mengembangkan bahasa sendiri. Geomorfologi yang khas ini menyebabkan pinggang Sulawesi Tana Luwu dan Tana Toraja di provinsi Sulawesi Selatan, bagian selatan Kabupaten Morowali, Poso, dan Donggala di provinsi Sulawesi Tengah, dan bagian pegunungan provinsi Sulawesi Barat sangat kaya dengan berbagai jenis bahan galian.Batubara terdapat di sekitar Enrekang, Makale, dan Sungai Karama.
Juga di Sulawesi Barat sebelah utara, di mana terdapat tambang batubara dan banyak jenis logam tersebar di berbagai pelosok Sulawesi. Tembaga dan nikel terdapat di sekitar Danau-Danau Matano, Mahalona dan Towuti. Bijih besi bercampur nikel, yang diduga berasal dari meteor, memungkinkan lahirnya pandai besi di lembah-lembah Rampi, Seko dan Rompong di hulu Sungai Kalaena (Luwu Utara) dan di Ussu, dekat Malili (Luwu Timur), yang ilmunya ditularkan ke pandai besi asal Toraja, yang selanjutnya menularkannya ke pandai besi Bugis. Guratan besi-nikel itu dikenal sebagai pamor Luwu atau pamor Bugis oleh empu penempa keris di Jawa, dan membuat Kerajaan Luwu kuno dikenal sebagai pengekspor besi Luwu. Di masa kini, salah satu pusat konsentrasi pandai besi Toraja letaknya di lereng Sesean, gunung tertinggi di Tana Toraja. Bijih emas pun banyak terdapat di pinggang Sulawesi, karena biasanya mengikuti keberadaan bijih tembaga. (Dari berbagai Sumber)
Mitologi Toraja lain lagi, dalam mitologi toraja digambarkan bahwa penutup bumi dulunya terlalu kecil, sehingga para dewata mengurut-urut bola bumi, supaya bajunya pas. Tahu-tahu, kebesaran, sehingga terjadilah kerut-kerut dan lipatan-lipatan yang merupakan asal usul gunung gunung.
Profesor John A. Katili, ahli geologi Indonesia yang merumuskan geomorfologi Pulau Sulawesi bahwa terjadinya Sulawesi akibat tabrakan dua pulau (Sulawesi bagian Timur dan Sulawesi bagian Barat) antara 19 sampai 13 juta tahun yang lalu, terdorong oleh tabrakan antara lempeng benua yang merupakan fundasi Sulawesi Timur bersama Pulau-Pulau Banggai dan Sula, yang pada gilirannya merupakan bagian dari lempeng Australia, dengan Sulawesi Barat yang selempeng dengan pulau-pulau Kalimantan, Jawa dan Sumatra, Sulawesi menjadi salah satu wilayah geologis paling rumit di dunia.
Sederhananya boleh dikata bahwa busur Sulawesi Barat lebih vulkanis, dengan banyak gunung berapi aktif di Sulawesi Utara dan vulkan mati di Sulawesi Selatan. Sedangkan busur Sulawesi Timur, tidak ada sisa-sisa vulkanisme, tapi lebih kaya mineral. Sumber-sumber minyak dan gas bumi dari zaman Tertiary tersebar di kedua busur itu, terutama di Teluk Tomini, Teluk Tolo, Teluk Bone, serta di Selat Makassar.
Perbedaan geomorfologi kedua pulau yang bertabrakan secara dahsyat itu menciptakan topografi yang bergulung gulung, di mana satu barisan gunung segera diikuti barisan gunung lain, yang tiba-tiba dipotong secara hampir tegak lurus oleh barisan gunung lain. Kurang lebih seperti kalau taplak meja disorong dari beberapa sudut dan arah sekaligus.Makanya jarang kita bisa mendapatkan pemandangan seperti di Jawa, Sumatera, atau Kalimantan, di mana gununggunung seperti kerucut dikelilingi areal persawahan atau hutan sejauh mata memandang. Kecuali di Sulawesi Selatan (itupun di selatan Kabupaten Enrekang), kita sulit menemukan hamparan tanah pertanian yang rata.
Sederhananya, Sulawesi adalah pulau gunung, lembah, dan danau, sementara dataran yang subur, umumnya terdapat di sekeliling danau-danau yang bertaburan di keempat lengan pulau Sulawesi. Ekologi yang demikian ikut menimbulkan begitu banyak kelompok etno-linguistik. Setiap kali satu kelompok menyempal dari kelompok induknya dan berpindah menempati sebuah lembah atau dataran tinggi di seputar danau, kelompok itu terpisah oleh suatu benteng alam dari kelompok induknya, dan lewat waktu puluhan atau ratusan tahun, mengembangkan bahasa sendiri. Geomorfologi yang khas ini menyebabkan pinggang Sulawesi Tana Luwu dan Tana Toraja di provinsi Sulawesi Selatan, bagian selatan Kabupaten Morowali, Poso, dan Donggala di provinsi Sulawesi Tengah, dan bagian pegunungan provinsi Sulawesi Barat sangat kaya dengan berbagai jenis bahan galian.Batubara terdapat di sekitar Enrekang, Makale, dan Sungai Karama.
Juga di Sulawesi Barat sebelah utara, di mana terdapat tambang batubara dan banyak jenis logam tersebar di berbagai pelosok Sulawesi. Tembaga dan nikel terdapat di sekitar Danau-Danau Matano, Mahalona dan Towuti. Bijih besi bercampur nikel, yang diduga berasal dari meteor, memungkinkan lahirnya pandai besi di lembah-lembah Rampi, Seko dan Rompong di hulu Sungai Kalaena (Luwu Utara) dan di Ussu, dekat Malili (Luwu Timur), yang ilmunya ditularkan ke pandai besi asal Toraja, yang selanjutnya menularkannya ke pandai besi Bugis. Guratan besi-nikel itu dikenal sebagai pamor Luwu atau pamor Bugis oleh empu penempa keris di Jawa, dan membuat Kerajaan Luwu kuno dikenal sebagai pengekspor besi Luwu. Di masa kini, salah satu pusat konsentrasi pandai besi Toraja letaknya di lereng Sesean, gunung tertinggi di Tana Toraja. Bijih emas pun banyak terdapat di pinggang Sulawesi, karena biasanya mengikuti keberadaan bijih tembaga. (Dari berbagai Sumber)
Wednesday, 22 February 2012
Protes Buruh dan Ironi Pertumbuhan Ekonomi
Oleh: Safri Haliding
ppss.blogspot.com - Gelombang protes barisan buruh yang menuntut untuk perbaikan nasib yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa baik pemerintah dan pengusaha gagal memperhatikan kesejahteraan kepada mereka, ibaratnya mereka menjadi sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan para pengusaha namun di sisi lain buruh tidak mendapatkan balas jasa yang sepantasnya untuk jasa mereka.
Perbedaan pandangan pengusaha dan buruh dalam penetapan jumlah upah kepada mereka merupakan bentuk dari eksploitasi manusia. Menurut Mustofa (2010) eksploitasi kepada buruh dalam bentuk kebebasan berekonomi tanpa memperhatikan nasib buruh merupakan pola pemiskinan secara sistematik yang lebih menguntungkan kaum pemilik modal yang merupakan cerminan sistem kapitalisme yang tidak adil dan tidak manusiawi memandang buruh sebagai mesin uang bagi usaha mereka dengan cara memberikan gaji yang kurang pantas.
Sebagai contoh
ppss.blogspot.com - Gelombang protes barisan buruh yang menuntut untuk perbaikan nasib yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa baik pemerintah dan pengusaha gagal memperhatikan kesejahteraan kepada mereka, ibaratnya mereka menjadi sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan para pengusaha namun di sisi lain buruh tidak mendapatkan balas jasa yang sepantasnya untuk jasa mereka.
Perbedaan pandangan pengusaha dan buruh dalam penetapan jumlah upah kepada mereka merupakan bentuk dari eksploitasi manusia. Menurut Mustofa (2010) eksploitasi kepada buruh dalam bentuk kebebasan berekonomi tanpa memperhatikan nasib buruh merupakan pola pemiskinan secara sistematik yang lebih menguntungkan kaum pemilik modal yang merupakan cerminan sistem kapitalisme yang tidak adil dan tidak manusiawi memandang buruh sebagai mesin uang bagi usaha mereka dengan cara memberikan gaji yang kurang pantas.
Sebagai contoh
Segera Urus e-KTP, Lewat 30 April, Bayar Sendiri
SIDRAP - Proses pengurusan e-KTP di Kabuten Sidrap, sudah hampir rampung. Hingga kini, realisasi e-KTP sudah mencapai 177 ribu lebih atau sekitar 80 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, A Dala Siradjuddin melalui Kepala Bidang Kependudukan, Hamzah, beberapa waktu lalu. Menurut Hamzah, pihaknya mengaku bisa merampungkan proses pembuatan e-KTP tersebut dalam waktu mendekat.
Hamzah mengingatkan agar warga wajib e-KTP di Sidrap tidak menyia-nyiakan waktu dan secepatnya melakukan pengurusan, hingga 30 April mendatang.
Pemda juga melakukan penambahan waktu. "Sebenarnya batas waktu pelayanan sistem rekam data sudah berakhir 10 Februari. Namun kita tetap diberi perpanjangan hingga 30 April mendatang," katanya.
Menurut Hamzah, pengurusan e-KTP setelah 30 April, itu berisiko bagi wajib e-KTP. Sebab katanya boleh jadi biaya pengurusannya ditanggung masyarakat atau Pemda. "Maksud saya, bukan lagi pusat yang tanggung ongkosnya," ujarnya.(*/tribun-timur.com)
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, A Dala Siradjuddin melalui Kepala Bidang Kependudukan, Hamzah, beberapa waktu lalu. Menurut Hamzah, pihaknya mengaku bisa merampungkan proses pembuatan e-KTP tersebut dalam waktu mendekat.
Hamzah mengingatkan agar warga wajib e-KTP di Sidrap tidak menyia-nyiakan waktu dan secepatnya melakukan pengurusan, hingga 30 April mendatang.
Pemda juga melakukan penambahan waktu. "Sebenarnya batas waktu pelayanan sistem rekam data sudah berakhir 10 Februari. Namun kita tetap diberi perpanjangan hingga 30 April mendatang," katanya.
Menurut Hamzah, pengurusan e-KTP setelah 30 April, itu berisiko bagi wajib e-KTP. Sebab katanya boleh jadi biaya pengurusannya ditanggung masyarakat atau Pemda. "Maksud saya, bukan lagi pusat yang tanggung ongkosnya," ujarnya.(*/tribun-timur.com)
40 Persen Warga Makassar Belum Urus e-KTP
MAKASSAR - Sebanyak 375 ribu atau 40 persen warga Makassar belum mengurus KTP elektronik atau e-KTP. Jumlah wajib KTP di Makassar sebanyak 938 ribu. Rendahnya tingkat pelaksanaan pendaftaran wajib KTP ini disebabkan perangkat komputer belum cukup kerusakan perangkat, belum mendapatkan surat panggilan, dan minat warga untuk mendaftarkan diri minim.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar Maruhum Sinaga di kantornya, Jl Teduh Bersinar, Makassar, Rabu (22/2/2012).
Hingga Februari 2012, baru 562 ribu atau 60 persen warga terdaftar memeroleh e-KTP.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi batas waktu hingga, 30 April 2012 untuk pendaftaran e-KTP di Makassar. Awalnya, Kemendagri memberi batas waktu hingga 31 Desember 2012, namun target gagal tercapai.(*/tribun-timur.com)
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar Maruhum Sinaga di kantornya, Jl Teduh Bersinar, Makassar, Rabu (22/2/2012).
Hingga Februari 2012, baru 562 ribu atau 60 persen warga terdaftar memeroleh e-KTP.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi batas waktu hingga, 30 April 2012 untuk pendaftaran e-KTP di Makassar. Awalnya, Kemendagri memberi batas waktu hingga 31 Desember 2012, namun target gagal tercapai.(*/tribun-timur.com)
Monday, 20 February 2012
Pelajar Makassar Indonesia maut dirempuh bas persiaran
SERDANG – Seorang pelajar Sekolah Menengah (SM) dari Makassar, Indonesia maut apabila bas Jabatan Latihan Khidmat Negara (JLKN) yang dinaikinya bersama 29 ahli rombongan lain dirempuh sebuah bas persiaran di Kilometer 307.8 Lebuh Raya Utara Selatan dekat sini, awal pagi tadi.
Dalam kejadian kira-kira 6.30 pagi itu, lima daripada 11 penumpang bas persiaran turut mengalami kecederaan parah dan masih mendapat rawatan di Hospital Serdang.
Difahamkan, rombongan dua bas membawa 35 pelajar, 18 mahasiswa, dua pensyarah dan lima guru. Masing-masing dari Pasca Sarjana Universitas Halvoleo, Sulawei Tenggara; Sekolah Menengah (SM) Atas Negeri 1 Kendari; SM Atas Negeri3, Makassar; SM Negeri 2 Kendari dan SM Atas Kartika Kendari Indonesia.
Sinar Harian dimaklumkan kesemua 60 ahli rombongan mengikuti lawatan sambil belajar ke Malaysia dan Songkhla, Thailand.
Kejadian berlaku ketika semuanya dalam perjalanan dari Johor Bahru ke Kuala Lumpur.
Ketua Polis Daerah Serdang, Superintendan Abd Razak Elias berkata, pihak polis dimaklumkan mengenai kejadian membabitkan dua bas yang meragut nyawa seorang penuntut Indonesia, Uci Luciana Adil Taulo, 17, kira-kira jam 7 pagi.
Menurutnya, mangsa yang cedera dikenali sebagai, Saderi Mat Jedin, 48; Tan Sze Yie, 18; P Sajidaran, 21, warganegara Thailand, Armeeldatumada, 24; dan warga Indonesia Hartimertirasitulius, 30.
Jelasnya, siasatan awal mendapati bas persiaran yang berada di bahagian belakang laluan kiri lebuh raya mengekori bas membawa rombongan pelajar itu dengan jarak terlalu dekat.
“Mengikut keterangan awal, tayar bas depan meletup secara tiba-tiba menyebabkan bas persiaran yang berada di belakangnya tidak sempat mengelak lalu merempuh bahagian kanan belakang bas JLKN itu.
“Rempuhan kuat menyebabkan mangsa yang duduk di tempat duduk terakhir mengalami hentakan kuat dan cedera parah. Mangsa dikejarkan ke hospital, bagaimanapun menghembuskan nafas terakhir ketika mendapatkan rawatan,” katanya.
Abd Razak berkata, kedua-dua bas akan dihantar ke Pusat Pemeriksaan Kenderaan Berkomputer (Puspakom) dan Jabatan Kimia untuk tindakan selanjutnya.
“Berdasarkan keterangan pemandu, dia mendakwa memandu dengan kelajuan 90 kilometer/jam. Namun melihat kepada impak kemalangan, didapati wujud keraguan kelajuan dan perkara itu akan disiasat dengan lebih lanjut.
“Apa yang pasti siasatan awal mendapati bas belakang mengekori dengan jarak yang tidak selamat antara bas dengan bas,” katanya memaklumkan saringan awal ujian air kencing dilakukan kepada kedua-dua pemandu bas didapati negatif.
Takziah...
Sumber
Unhas Terbaik ke-23 di Indonesia versi Webometrics 2010-2011
Makassar, KM - Universitas Hasanuddin menempati peringkat ke-23 terbaik di Indonesia perguruan tinggi terbaik versi Webometrics per Januari 2010 yang masuk dalam jajaran 8000 Universitas Unggulan di Dunia menurut penilaian Webometrics. Sementara untuk tingkat dunia, Unhas masuk dalam peringkat ke-3223. Inilah daftar universitas terbaik di Indonesia 2010:
1* 562**Universitas Gadjah Mada (UGM)
2* 661** Institut Teknologi Bandung (ITB)
3* 815** Universitas Indonesia (UI)
4* 854** Universitas Kristen Petra (PETRA)
5* 1025** Universitas Gunadarma (UG)
6* 1256** Universitas Negeri Malang (UM)
7* 1315** Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS)
8* 1585** Universitas Sebelas Maret (UNS)
9* 1628** Universitas Airlangga (UNAIR)
10* 2026** Universitas Brawijaya (UNBRA)
11* 2059** Universitas Diponegoro (UNDIP)
12* 2162** Universitas Pertanian Bogor (IPB)
13* 2236** Universitas Padjadjaran (UNPAD)
14* 2298** Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)
15* 2337** Universitas Sriwijaya (UNSRI)
16* 2422** Universitas Islam Indonesia (UII)
17* 2471** Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)
18* 2616** Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer (STMIK AMIKOM)
19* 2692** Universitas Lampung (UNILA)
20* 2704** Institut Teknologi Telkom (IT TELKOM)
21* 3135** Universitas Negeri Yogyakarta (UNY)
22* 3157** Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS)
23* 3223** Universitas Hasanuddin (UNHAS)
24* 3302** Universitas Mercu Buana (UMB)
25* 3307** Universitas Sumatera Utara (USU)
26* 3473** Universitas Jember (UNEJ)
27* 3481** Universitas Udayana (UNUD)
28* 3620** Universitas Bina Nusantara (BINUS)
29* 3724** Universitas Negeri Semarang (UNNES)
30* 3926** Universitas Surabaya (UBAYA)
31* 4163** Universitas Budi Luhur (BL)
32* 4613** Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UNIKA ATMA JAYA)
33* 4660** Universitas Katolik Parahyangan (UNPAR)
34* 4667** Universitas Jenderal Soedirman (UNSOED)
35* 4729** Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)
36* 4803** Universitas Sanata Dharma (USD)
37* 4816** Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW)
38* 4878** Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY)
39* 5275** Universitas Kristen Maranatha (MARANATHA)
40* 5496** Universitas Atma Jaya Yogyakarta (UAJY)
41* 5768** Universitas Trisakti (TRISAKTI)
42* 5955** Universitas Riau Beranda (UNRI)
43* 6076** Universitas Ahmad Dahlan (UAD)
44* 6193** Universitas Tarumanagara (UNTAR)
45* 6385** Universitas Dian Nuswantoro (DINUS)
46* 6405** Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM)
47* 6412** Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (UNTIRTA)
48* 6486** Institut Sains dan Teknologi Akprind (AKPRIND)
49* 6696** Universitas Terbuka (UT)
50* 6697** Universitas Negeri Jakarta (UNJ)
Keterangan:
*Ranking di Indonesia **Ranking di dunia
* A = Naik peringkat dunia
* A = Turun peringkat dunia
* A = Pendatang baru dalam daftar dunia
* Universitas Paramadina keluar dalam daftar dunia
Webometrics Pemeringkatan Universitas di Dunia berawal dari sebuah inisiatif dari Cybermetrics Lab, sebuah kelompok riset milik Consejo Superior de
Investigaciones CientÃficas (CSIC), penelitian publik terbesar di Spanyol.
Dewan Riset Spanyol CSIC adalah bagian utama di antara organisasi penelitian dasar pertama di Eropa. CSIC berdiri pada tahun 2006 dari 126 pusat-pusat dan
lembaga-lembaga di seluruh Spanyol.
CSIC melekat pada Departemen Pendidikan dan tujuan utamanya adalah untuk mempromosikan penelitian ilmiah untuk meningkatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi tingkat negara yang akan memberikan kontribusi untuk meningkatkan kesejahteraan warga negara.
CSIC juga berperan penting dalam pembentukan peneliti dan teknisi baru dalam berbagai aspek dari ilmu pengetahuan dan teknologi.[M Dahlan A/KM]
Sumber
Dinas Pariwisata Keluhkan Joroknya Losari
Makassar, KM - Kepala Bidang Promosi dan Pemasaran Dinas Pariwisata kota Makassar Samad S. Niru mengatakan, dari sejumlah objek wisata, Pantai Losari dan Fort Rotterdam yang paling kotor. Selain tidak dilengkapi dengan fasilitas toilet yang refresentatif, sampah terlihat berserakan di mana-mana.
Khusus di Pantai Losari, pada sejumlah titik terlihat onggokan sampah dan bau pesing yang menyengat. Selain itu, pada beberapa titik terjadi kerusakan pada pagar pembatas anjungan. Padahal, objek wisata tersebut sangat potensial untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, dengan kondisi yang kotor, Disbudpar Makassar pesimistis tingkat kunjungan wisatawan khususnya mancangegara meningkat.
Samad mengungkapkan, pihaknya kesulitan untuk melakukan penataan khususnya di Anjungan Pantai Losari. Alasannya, pengelolaan pantai tersebut tidak berada dibawah naungan Disbudpar melainkan Dinas Keindahan dan Pertamanan. Sementara, keluhan terkait kondisi objek wisata tersebut kerap dilimpahkan ke Disbudpar.
”Kondisi objek wisata di Kota Makassar sangat jorok dan tidak terawat. Contoh paling nyata dan terparah adalah Pantai Losari. Kami hanya bisa mengeluhkan karena kawasan itu dikelola oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, ada dua penanganan yang harus diutamakan di Pantai Losari,yakni masalah kebersihan dan keindahan serta pembangunan fasilitas. Hal inilah yang tidak termasuk dalam wewenang Dinas Pariwisata.
“Seharusnya, Pantai Losari dikelola oleh Disbudpar sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar kami bisa melakukanpembenahan,” tandasnya.
Khusus untuk Benteng Rotterdam, Samad mengatakan, secara umum,kondisi destinasi wisata yang dikelola Disbudpar Sulsel tersebut sudah cukup baik dan terawatt.Hanya saja, fasilitas toilet yang tersedia belum memadai.Salah satunya karena toilet yang disediakan kepada pengunjung belum terpisah antara ruangan untuk perempuan dan laki-laki.[KM02] Sumber
Khusus di Pantai Losari, pada sejumlah titik terlihat onggokan sampah dan bau pesing yang menyengat. Selain itu, pada beberapa titik terjadi kerusakan pada pagar pembatas anjungan. Padahal, objek wisata tersebut sangat potensial untuk menarik wisatawan domestik dan mancanegara. Namun, dengan kondisi yang kotor, Disbudpar Makassar pesimistis tingkat kunjungan wisatawan khususnya mancangegara meningkat.
Samad mengungkapkan, pihaknya kesulitan untuk melakukan penataan khususnya di Anjungan Pantai Losari. Alasannya, pengelolaan pantai tersebut tidak berada dibawah naungan Disbudpar melainkan Dinas Keindahan dan Pertamanan. Sementara, keluhan terkait kondisi objek wisata tersebut kerap dilimpahkan ke Disbudpar.
”Kondisi objek wisata di Kota Makassar sangat jorok dan tidak terawat. Contoh paling nyata dan terparah adalah Pantai Losari. Kami hanya bisa mengeluhkan karena kawasan itu dikelola oleh satuan kerja perangkat daerah (SKPD) lainnya,” ujarnya.
Menurutnya, ada dua penanganan yang harus diutamakan di Pantai Losari,yakni masalah kebersihan dan keindahan serta pembangunan fasilitas. Hal inilah yang tidak termasuk dalam wewenang Dinas Pariwisata.
“Seharusnya, Pantai Losari dikelola oleh Disbudpar sesuai dengan rekomendasi dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif agar kami bisa melakukanpembenahan,” tandasnya.
Khusus untuk Benteng Rotterdam, Samad mengatakan, secara umum,kondisi destinasi wisata yang dikelola Disbudpar Sulsel tersebut sudah cukup baik dan terawatt.Hanya saja, fasilitas toilet yang tersedia belum memadai.Salah satunya karena toilet yang disediakan kepada pengunjung belum terpisah antara ruangan untuk perempuan dan laki-laki.[KM02] Sumber
Tuesday, 27 December 2011
Pulau Sulawesi
Kutemukan gambar pulau Sulawesi ini di antara picture FB kawan yang juga berasal dari Sulawesi.
Sampai sekarang saya belum mengetahui lokasi diambilnya gambar tesebut.
Entah nyata atau cuma editan, wallahu a'lam...
yang jelas... gambar ini keren ^_^
Wednesday, 5 October 2011
Moko, Merek Mobil Lokal Sulsel
OBSESI Gubernur Sulsel, Syahrul Yasin Limpo untuk menghadirkan Mobil murah untuk rakyat semakin jelas dan nyata dihadapan mata. Gubernur berkesempatan mencoba mobil tersebut di kawasan PT INKA Madiun, Jawa Timur, Minggu (2/10/2011).
Kunjungan gubernur diterima langsung oleh direktur utamanya, Ir Roos Djatmiko bersama jajaran direksinya.
Ia menjelaskan PT Industri Kereta Api adalah satu-satunya industri kereta api terpadu di kawasan Asean yang dibangun sejak tahun 1981 dan mempekerjakan karyawan sebanyak 800 orang di pabrik yang memiliki luas 22,5 hektar.
Gubernur Sulsel dalam kunjungannya mengatakan sangat gembira dan terharu melihat hasil karya anak bangsa karena ide ini muncul karena begitu banyak kendaraan yang hilir mudik dihadapan kita namun tidak ada satupun yang dihasilkan dari tangan anak Indonesia.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan kendaraan roda empat yang diberi nama "moko". Mobil yang diproyeksikan menjadi mobil murah untuk usaha produktif di pedesaan ini rencananya akan dilounching pada peringatan hari jadi Sulsel ke-342 di Makassar.
Dalam kunjungannya ke Madiun, gubernur turut didampingi oleh Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, Asisten Bidang Kesra Sulsel Amal Natsir, Kadis Koperasi Sulsel M Yamin, Kadis Bina Marga Sulsel Abd Latief, Kadis PSDA Sulsel Soeprapto, serta Karo Humas Agus Sumantri.
Selain meninjau pabrik mobil "Moko", dalam kunjungan tersebut dibahas kemungkinan menghadirkan kereta api sebagai modal transportasi di Sulsel.
Gubernur akan berusaha meyakinkan rencana tersebut saat rapat perkereta apian bersama Kementerian Perhubunhgan 6 Oktober mendatang di Makassar untuk memanfaatkan jalur trans Sulawesi khususnya dikawasan Mamminasata.
Kunjungan gubernur diterima langsung oleh direktur utamanya, Ir Roos Djatmiko bersama jajaran direksinya.
Ia menjelaskan PT Industri Kereta Api adalah satu-satunya industri kereta api terpadu di kawasan Asean yang dibangun sejak tahun 1981 dan mempekerjakan karyawan sebanyak 800 orang di pabrik yang memiliki luas 22,5 hektar.
Gubernur Sulsel dalam kunjungannya mengatakan sangat gembira dan terharu melihat hasil karya anak bangsa karena ide ini muncul karena begitu banyak kendaraan yang hilir mudik dihadapan kita namun tidak ada satupun yang dihasilkan dari tangan anak Indonesia.
Mantan Bupati Gowa dua periode ini mengatakan kendaraan roda empat yang diberi nama "moko". Mobil yang diproyeksikan menjadi mobil murah untuk usaha produktif di pedesaan ini rencananya akan dilounching pada peringatan hari jadi Sulsel ke-342 di Makassar.
Dalam kunjungannya ke Madiun, gubernur turut didampingi oleh Ketua DPRD Sulsel Moh Roem, Asisten Bidang Kesra Sulsel Amal Natsir, Kadis Koperasi Sulsel M Yamin, Kadis Bina Marga Sulsel Abd Latief, Kadis PSDA Sulsel Soeprapto, serta Karo Humas Agus Sumantri.
Selain meninjau pabrik mobil "Moko", dalam kunjungan tersebut dibahas kemungkinan menghadirkan kereta api sebagai modal transportasi di Sulsel.
Gubernur akan berusaha meyakinkan rencana tersebut saat rapat perkereta apian bersama Kementerian Perhubunhgan 6 Oktober mendatang di Makassar untuk memanfaatkan jalur trans Sulawesi khususnya dikawasan Mamminasata.
Visit Makassar 2011
Visit Makassar - Makassar telah mendeklarasikan suatu acara yang bernuansa pariwisata, acara ini disebut VISIT MAKASSAR 2011. Makassar memang pas untuk dikunjungi, karena Kota ini kaya akan potensi parawisata, diantaranya wisata budaya, wisata alam, wisata religius, shopping, serta wisata kuliner.
Tengoklah misalnya, Anjungan pantai Losari, Tanjung Bayang, Pantai Akkatena, makam Diponegoro, Benteng Fort Rotterdam, Makam Raja-raja Tallo, Pelabuhan tradisional Potere, wisata kuliner antra lain, coto makassar, sop ulu juku, pallu basa, pallu mara, kambu paria, raca-raca taipa dll.
Sangat tepatlah bila pemerintah menggelontorkan program di tahun 2011 ini, Visit Makassar 2011.
Mariki ke Makassar, kunjungi makassar dan nikmati sensasinya.
Nah bagi Anda yng ingin ke Makassar, berikut kalender program atau agenda Visit Makassar And Beyond 2011:
Januari
- Makassar MICE Outlook
Februari
- Karnaval Cap Go Meh
- Festival Barongsai ASEAN
- International Youth Meeting
- Upacara adat Maudu Lompoa
Maret
- Festival Perkusi Nusantara
- Mega Bazaar Computer
April
- Lomba lari Makassar 10K
- Fun Race Dragon Boat
- FEMME 2011
- Makassar International Festival
- Paskah Oikumene 2011 (Easter Day)
- Pemilihan Dara dan Daeng Makassar
Mei
- Makassar Bike Festival
Juni
- Festival Computer Indonesia
- Tour de Makassar
- International Water Festival
- Cinta Makassar, Cinta Museum
Juli
- Indi Clothing Festival
- Jazz@Fort Rotterdam
- Festival Internasional Pemuda Olahraga dan Bahari (FIPOB 2011)
- Sandeq Race 2011
- Jambore Daerah Budaya
- Festival Internasional Layang-layang
- Wushu National Championship
Agustus
- Tabligh Akbar dan Salam Ramadhan
- Pasar Raya Ramadhan
- Pemecahan Rekor MuRI Bakar Ikan 2 KM
September
- Makassar Acuracy Waterlanding and Boogie Jumping 2011
- Pertemuan Saudagar Bugis Makassar 2011
- The 3rd Mattalatta Cup
- Smart Anging Mammiri
Oktober
- Makassar Jazz Festival
- Makassar Art Moment
- KTI Expo
- Makassar Great Sale 2011
- Kemilau Batik Nusantara
- Pasar Festival Makassar
- Indonesia Open X-Sport Championship
- International Ecotourism Business Forum
- Festival Seafood Internasional
- Sail Spermonde
- Lagaligo Mystery Expo
- Celebes Fair
November
- Perayaan Hari Jadi 404 Makassar
- Makassar Computer Expo
- Makassar Fair 2011
- 2nd Indonesia Seaweed Forum
- Makassar International Photo Exhibition
- Malaysia, Singapura, Indonesia (Malsindo) Expo
- Trade, Tourism, and Investment Expo
- Festival Losari 2011
- Festival Kuliner Tradisional Makassar 2011
Desember
- Festival Masugi Maraja
- Tallo River Festival.
Tengoklah misalnya, Anjungan pantai Losari, Tanjung Bayang, Pantai Akkatena, makam Diponegoro, Benteng Fort Rotterdam, Makam Raja-raja Tallo, Pelabuhan tradisional Potere, wisata kuliner antra lain, coto makassar, sop ulu juku, pallu basa, pallu mara, kambu paria, raca-raca taipa dll.
Sangat tepatlah bila pemerintah menggelontorkan program di tahun 2011 ini, Visit Makassar 2011.
Mariki ke Makassar, kunjungi makassar dan nikmati sensasinya.
Nah bagi Anda yng ingin ke Makassar, berikut kalender program atau agenda Visit Makassar And Beyond 2011:
Januari
- Makassar MICE Outlook
Februari
- Karnaval Cap Go Meh
- Festival Barongsai ASEAN
- International Youth Meeting
- Upacara adat Maudu Lompoa
Maret
- Festival Perkusi Nusantara
- Mega Bazaar Computer
April
- Lomba lari Makassar 10K
- Fun Race Dragon Boat
- FEMME 2011
- Makassar International Festival
- Paskah Oikumene 2011 (Easter Day)
- Pemilihan Dara dan Daeng Makassar
Mei
- Makassar Bike Festival
Juni
- Festival Computer Indonesia
- Tour de Makassar
- International Water Festival
- Cinta Makassar, Cinta Museum
Juli
- Indi Clothing Festival
- Jazz@Fort Rotterdam
- Festival Internasional Pemuda Olahraga dan Bahari (FIPOB 2011)
- Sandeq Race 2011
- Jambore Daerah Budaya
- Festival Internasional Layang-layang
- Wushu National Championship
Agustus
- Tabligh Akbar dan Salam Ramadhan
- Pasar Raya Ramadhan
- Pemecahan Rekor MuRI Bakar Ikan 2 KM
September
- Makassar Acuracy Waterlanding and Boogie Jumping 2011
- Pertemuan Saudagar Bugis Makassar 2011
- The 3rd Mattalatta Cup
- Smart Anging Mammiri
Oktober
- Makassar Jazz Festival
- Makassar Art Moment
- KTI Expo
- Makassar Great Sale 2011
- Kemilau Batik Nusantara
- Pasar Festival Makassar
- Indonesia Open X-Sport Championship
- International Ecotourism Business Forum
- Festival Seafood Internasional
- Sail Spermonde
- Lagaligo Mystery Expo
- Celebes Fair
November
- Perayaan Hari Jadi 404 Makassar
- Makassar Computer Expo
- Makassar Fair 2011
- 2nd Indonesia Seaweed Forum
- Makassar International Photo Exhibition
- Malaysia, Singapura, Indonesia (Malsindo) Expo
- Trade, Tourism, and Investment Expo
- Festival Losari 2011
- Festival Kuliner Tradisional Makassar 2011
Desember
- Festival Masugi Maraja
- Tallo River Festival.
..::: Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M. Jusuf :::..
Sekilas Sejarah
Ide awal muncul di tahun 1989 dimana waktu itu Almarhum Jenderal M. Jusuf sebagai Amirul Hajj menyampaikan gagasan untuk mendirikan mesjid yang monumental di Ujung Pandang (Kini Makasar) kepada sejumlah tokoh yang menunaikan ibadah haji, diantaranya Munawir Sjadzali, Edi Sudradjat, M. Jusuf Kalla dan beberapa lagi yang lain; dan mendapat sambutan spontan.
Pada Bulan Ramadhan 1414H (3 Maret 1994), Jenderal (Purnawirawan) M. Jusuf mengundang beberapa menteri dan sejumlah pengusaha. Beliau lalu mengemukakan gagasan membangun pusat pengembangan peradaban Islam yang berintikan sebuah masjid, dan ditempatkan di Makassar. Bukan semata mata karena beliau berasal dari Sulawesi Selatan tetapi karena kota itu merupakan titik sentral kawasan timur Indonesia, dan masyarakatnya agamis, terlihat misalnya presentasi jemah haji cukup besar.
Dana yang terkumpul secara spontan saat pertemuan tersebut, tidak saja berasal dari pejabat dan pengusaha muslim. Tapi juga dari pengusaha non muslim seperti Prayogo Pangestu, James T Riyadi atau Harry Darmawan. Jumlahnya cukup besar untuk pembangunan sebuah mesjid dan perlengkapannya sebagai idaman pencetusnya.
Gagasan tersebut kemudian direalisasikan. Langkah pertama adalah dikonsultasikannya kepada Gubernur Sulawesi Selatan waktu itu, Prof. Dr. A. Amiruddin sebagai Gubernur. Gubernur pun dengan cepat menanggapi gagasan mulia itu karena sudah lama Majelis Ulama Sulawesi Selatan mengusulkan perlunya pemugaran Mesjid Raya yang dibangun tahun 1955. Beliau segera melakukan langkah langkah kearah terwujudnya gagasan tersebut. Kemudian Zainal Basri Palaguna yang menggantikan Prof Dr.A. Amiruddin sebagai Gubernur Sulsel, juga tetap mendukung pendahuluya untuk mewujudkan sebuah masjid yang menjadi Pusat Islam di Sulsel.
Tanggal 3 Maret 1994 M atau 20 Ramadhan 1414 H disepakati sebagai hari lahirnya Yayasan Islamic Center (YIC) yang dibuatkan aktanya oleh Notaris Mestariany Habie di Ujung Pandang dengan nomor akta 18 tahun 1994.
Setelah dimanfaatkan selama sepuluh kali bulan Ramadhan, secara alami Mesjid Al-Markaz Al-Islami akhirnya resmi menggunakan nama lengkap : “Masjid Al-Markaz Al-Islami Jenderal M.Jusuf”, sebagai penghargaan kepada Almarhum Jenderal M Jusuf (Wafat 8 Septermber 2004) yang telah menjadi pemrakarsa dan pendiri mesjid serta ketua umum Yayasan Islamic Center (Al-Markaz Al-Islami)
Al-Markaz sendiri diresmikan pemanfaatannya tanggal 21 Sa’ban 1416H atau 12 Januari 1996. Penggunaanya nama itu telah diresmikan oleh M.Jusuf Kalla, selaku wakil Presiden Republik Indonesia sampai sekarang pada hari Jumat, tanggal 9 Syawal 1326 H atau 11 Januari 2005. Saat itu HM.Jusuf Kalla juga menjabat sebagai ketua Yayasan Islamic Center (Al-Markaz Al-Islami).
Asal Muasal Nama Masjid Al Markaz
Nama Jenderal M Jusuf itu sesungguhnya sudah disepakati sejak akhir Desember 1995, dalam rapat pengurus Yayasan Islamic Center di Jakarta untuk diberikan sebagai nama mesjid di Makasar yang akan diresmikan sebelum bulan ramadhan 1416H oleh pemrakarsa dan pendirinya.
Pada awalnya, mesjid berkapasitas 10.000 orang ini mempunyai beberapa versi nama yang menjadi pembicaraan dikalangan pengurus Yayasan dan juga di kalangan public. Dari Pihak keluarga diusulkan hanya menggunakan nama :Muhammad Jusuf seperti tercantum pada akte Yayasan Islamic Center (Akter Notaris no 18 1994) dan surat surat yang ditandatangani dalam kapasitas beliau sebagai ketua Umum Yayasan Islamic Center saja. Namun dari pihak lain, juga muncul versi lain yaitu menggunakan nama Jenderal M Jusuf untuk menjelaskan identitas beliau, sebagai prajurit sejati yang berpangkat jenderal Bintang Empat (satu satunya kelahiran Sulsel di Angkatan Darat).
Dengan identitas itulah nama itu tidak akan dikacaukan dengan orang orang yang mempunyai nama yang sama , terutama dengan nama H.M Jusuf Kalla yang menjadi Ketua Harian yayasan Islamic Center yang juga besar jasanya dalam pembangunan dan pembinaan mesjid ini.
Akhirnya Jusuf Kalla memutuskan bahwa nama yang akan digunakaan adalah nama yang menjelaskan identitas dari tokoh yang dikaguminya itu yaitu Jenderal M Jusuf. Jenderal M Jusuf sendiri belum langsung mau menggunakan nama itu kecuali jika “waktunya sudah tepat”. Akhirnya pernyataan itu pun dipahami oleh semua pihak yang hadir sebagai sikap yang bijak, bahwa beliau tidak menolak penggunaan namanya, namun setelah beliau sudah tiada. Disepakati pula bahwa untuk sementara nama yang akan digunakan bagi mesjid yang akan berdiri dibekas kampus Universitas Hasanuddin itu akan menggunakan nama MASJID AL-MARKAZ AL-ISLAMI (Mesjid pusat Islam atau Mesjid Islamic Center)
Mesjid Al-Markaz dirancang oleh Ir. Ahmad Nu’man sebagai konsultan perencana dan pengawas yang juga sebagai Direktur PT. Birno-Bandung. Berarsitektur dengan berqiblat pada mesji Haram Makka Al Mukarramah dan Mesjid Nabawi Madina Al Munawwarah dengan memasukkan unsure Arsitektur Mesjdi Katangka Gowa dan Rumah Bugis Makassar yaitu tidak memiliki Kubah (Atap bundar) tetapi kuncup segi empat, meniru kuncup mesjid katangka dan rumah bugis. Pembangunan Mesjid diatas lahan kompleks seluas + 10 ha yang terletak dipusat kota, Jala Mesjid Raya No. 57 (Bekas kampus Universitas Hasanuddin) dengan pembangunan rencana awal sebanyk 3 fasilitas yaitu : Mesjid, Auditorium dan kompleks Sekolah
Namun karena keterbatasan lahan, akhirnya diputuskan auditorium itu tidak jadi dibangun. Sebagai gantinya, Lantai 1 Masjid dirubah tata letaknya sehingga berfungsi sebagai Aula. Pemancangan tiang pertama oleh Yogi S Memet (Menteri Dalam Negeri) waktu itu, dan edy Sudrajad yang juga Menteri Pertahanan dan keamanan juga pada waktu itu. Pemancangan dilakukan tanggal 8 Mei 1994 dan dilakukan awal juli 1994 oleh PT. Adhy Karya (Persero). Penentuan arah kiblat dilakukan tanggal 16 Juli 2004 oleh Tim IAIN (Institut Agama Islam Negeri) makasar (Prof. Dr. Syuhudi Ismail dkk) bersama pengurus YIC. Pembangunan Mesjid hanya berlangsung 17 bulan dan menelan biaya Rp. 14 Milyar. Dana itu bersumber dari sumbangan pemerintah dan sumbangan tokoh-tokoh masyarakat. terutama dari kalangan Pengusaha
Khotbah pertama oleh Prof. Dr. H.M.Quraisy Shihab, MA (Waktu itu Rektor IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta) dan ceramah ilmiah perdana Oleh Almarhum Prof.Dr.H. Nurcholish Madjid
Kini Al-Markaz memiliki sebuah perpustakaan yang selalu ramai dikunjungi. Taman Kanak kanak (TK), Taman bacaan Alquran (TPA), Baitul Maal Watanwil (MMT, Lembaga Amil Zakat (LAZ), Kelompok bimbingan ibadah Haji (KBIH), Koperasi, Lembaga penterjemah Alquran, Kursus Bahasa Inggris, Arab, Radio Penerbitan dan kegiatan lainnya.
Subscribe to:
Posts (Atom)












