Kucari-cari koran langganan untuk mengetahui berita hari ini. Ada harian Fajar yang belum sempat saya baca juga, tertanggal 13 Juli 2010. Ada yang menarik dari catatan Syamsu Nur di halaman 1. Menariknya karena saya teringat media cetak dan TV seringkali menayangkan aksi demo mahasiswa di Makassar yang cenderung anarkis., atau bahkan perkelahian antar jurusan/fakultas dlam satu kampus ! yang seharusnya mereka berkompetisi dalam bidang yang relevan. Dari keprihatianan kondisi dan menariknya ulasan Syamsu Nur, terlebih Yusuf Kalla saya posting artikel dari Harian Fajar tersebut berikut.
__________________________________________________________________
Jusuf Kalla memang selalu menarik. Ide-ide dan logikanya menerjemahkan suatu masalah sangat masuk akal. Maka ketika dia berbicara di Gedung Graha Pena, Sabtu 10 Juli lalu, 500 peserta seminar sangat merasa puas. Seminar diselenggarakan Harian Fajar dalam rangkaian ulang tahun ketiga Graha Pena Makassar, dengan tema “Membangun jiwa entrepreneurship sejak mahasiswa”.
Mahasiswa Makassar terkenal dengan
Wednesday, 28 March 2012
Monday, 12 March 2012
Berkreasi Tanpa Batas - Pelatihan corelDRAW Part 1
Alhamdulillah hari Ahad, 11 Maret 2012 PPSS melalui Divisi Komunikasi dan Informasi telah melaksanakn program Pelatihan CorelDRAW yang di laksanakan di Econ 3.5. Acara yang berlangsung sejak pukul 11.00am hingga 14.00pm ini di hadiri oleh 10 peserta (internal PPSS dan luar PPSS) berlangsung dengan aman dan penuh ekspresi dari masing-masing peserta.
Pada Part 1 Pelatihan CorelDRAW ini, tutor (Muhammad Ikbal) terlebih dahulu harus menginstal program CorelDRAW pada laptop peserta kemudian di lanjutkan dengan menjelaskan secara singkat tentang work space CorelDRAWmelalui screen LCD tool. Materi yang di bawakan pada pelatihan CorelDRAW kali ini adalah bagaimana menggunkan item-item yang terdapat pada tool box meliputi memaksimalkan penggunaan shape tool, free han tool, rectangle tool, ellipse tool, basic shapes, text tool dan fill tool.
Pelatihan cukup menyita waktu yang cukup lama di karenakan ini adalah pertama kali peserta menggunakan
work space pada CorelDRAW, di tambah lagi dengan adanya bebarapa peserta yang lupa membawa mouse sehingga memperlambat pengerjaan tugas yang di berikan.
Pembuatan bunga + tangkai dan daunnya
Thursday, 8 March 2012
Inilah Kunci Agar Hidup Menjadi Indah
Oleh: Moch Arif Budiman
Saat ini secara umum umat Islam sudah sangat jauh meninggalkan Alquran. Jangankan men-tadabburi, membacanya saja terkadang sudah tidak sempat lagi, lantaran 'kesibukan' sehari-hari. Sudah barang tentu kita memiliki kesibukan masing-masing, mulai dari bekerja mencari nafkah, belajar, mengurus rumah tangga dan keluarga, serta aktivitas sosial.
Namun, betulkah di tengah atau di antara sekian banyak kesibukan tersebut kita benar-benar tidak mempunyai lagi waktu untuk (sekadar) membaca Alquran? Jika kita mengatakan ya untuk pertanyaan di atas, mungkin kita perlu berkaca kepada kehidupan Rasulullah dan para salafushshalih. Mereka senantiasa berinteraksi secara intensif dengan Kitab Suci ini di sepanjang kehidupan.
Bagi mereka,
Saat ini secara umum umat Islam sudah sangat jauh meninggalkan Alquran. Jangankan men-tadabburi, membacanya saja terkadang sudah tidak sempat lagi, lantaran 'kesibukan' sehari-hari. Sudah barang tentu kita memiliki kesibukan masing-masing, mulai dari bekerja mencari nafkah, belajar, mengurus rumah tangga dan keluarga, serta aktivitas sosial.
Namun, betulkah di tengah atau di antara sekian banyak kesibukan tersebut kita benar-benar tidak mempunyai lagi waktu untuk (sekadar) membaca Alquran? Jika kita mengatakan ya untuk pertanyaan di atas, mungkin kita perlu berkaca kepada kehidupan Rasulullah dan para salafushshalih. Mereka senantiasa berinteraksi secara intensif dengan Kitab Suci ini di sepanjang kehidupan.
Bagi mereka,
Sunday, 26 February 2012
Dialog Antar Agama; Toleransi Vs Konspirasi
ppss.blogspot.com - Isu dialog antar agama akhir-akhir ini semakin berkembang seiring dengan semakin kompleksnya kehidupan antar umat beragama. Dialog antar agama dipercayai sebagai solusi untuk menumbuhkan sikap toleransi dan kerukunan antar umat beragama. Adanya perbedaan prinsipil dalam setiap agama memberikan peluang terjadinya konflik. Konflik antar umat beragama khususnya di Indonesia sudah sering terjadi. Konflik di berbagai daerah seperti Ambon, Poso, dan Sampit diyakini sebagai konflik yang timbul akibat paham agama.
Tentu kita masih ingat insiden di Ciketing Asem kota Bekasi. Insiden yang melibatkan umat Islam dan Jemaat Huria Kristen Batak Protestan Pondok Timur indah. Lalu benarkah dialog antar agama bertujuan untuk mengatasi konflik? Apa sebenarnya motif dan target di balik isu ini?
Motif di Balik isu Dialog Antar Agama
Ide untuk mengadakan dialog antar agama secara internasional, muncul pertama kali tahun 1932 saat Perancis mengutus delegasinya untuk berunding dengan para tokoh ulama Al-Azhar di Kairo. Pertemuan itu sengaja dirancang untuk membincangkan mengenai ide penyatuan tiga agama yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengadakan Konferensi Internasional yang menghadirkan para orientalis dan misionaris dari berbagai universitas terkemuka di dunia. Konferensi itu diselenggarakan di Paris pada tahun 1933. Tidak lama kemudian, diadakan lagi Konferensi Agama-Agama sedunia tahun 1936.
Pertemuan tokoh-tokoh lintas agama
Tentu kita masih ingat insiden di Ciketing Asem kota Bekasi. Insiden yang melibatkan umat Islam dan Jemaat Huria Kristen Batak Protestan Pondok Timur indah. Lalu benarkah dialog antar agama bertujuan untuk mengatasi konflik? Apa sebenarnya motif dan target di balik isu ini?
Motif di Balik isu Dialog Antar Agama
Ide untuk mengadakan dialog antar agama secara internasional, muncul pertama kali tahun 1932 saat Perancis mengutus delegasinya untuk berunding dengan para tokoh ulama Al-Azhar di Kairo. Pertemuan itu sengaja dirancang untuk membincangkan mengenai ide penyatuan tiga agama yakni Islam, Kristen, dan Yahudi. Pertemuan itu kemudian ditindaklanjuti dengan mengadakan Konferensi Internasional yang menghadirkan para orientalis dan misionaris dari berbagai universitas terkemuka di dunia. Konferensi itu diselenggarakan di Paris pada tahun 1933. Tidak lama kemudian, diadakan lagi Konferensi Agama-Agama sedunia tahun 1936.
Pertemuan tokoh-tokoh lintas agama
Wednesday, 22 February 2012
Protes Buruh dan Ironi Pertumbuhan Ekonomi
Oleh: Safri Haliding
ppss.blogspot.com - Gelombang protes barisan buruh yang menuntut untuk perbaikan nasib yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa baik pemerintah dan pengusaha gagal memperhatikan kesejahteraan kepada mereka, ibaratnya mereka menjadi sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan para pengusaha namun di sisi lain buruh tidak mendapatkan balas jasa yang sepantasnya untuk jasa mereka.
Perbedaan pandangan pengusaha dan buruh dalam penetapan jumlah upah kepada mereka merupakan bentuk dari eksploitasi manusia. Menurut Mustofa (2010) eksploitasi kepada buruh dalam bentuk kebebasan berekonomi tanpa memperhatikan nasib buruh merupakan pola pemiskinan secara sistematik yang lebih menguntungkan kaum pemilik modal yang merupakan cerminan sistem kapitalisme yang tidak adil dan tidak manusiawi memandang buruh sebagai mesin uang bagi usaha mereka dengan cara memberikan gaji yang kurang pantas.
Sebagai contoh
ppss.blogspot.com - Gelombang protes barisan buruh yang menuntut untuk perbaikan nasib yang terjadi belakangan ini menunjukkan bahwa baik pemerintah dan pengusaha gagal memperhatikan kesejahteraan kepada mereka, ibaratnya mereka menjadi sapi perah untuk meningkatkan kesejahteraan para pengusaha namun di sisi lain buruh tidak mendapatkan balas jasa yang sepantasnya untuk jasa mereka.
Perbedaan pandangan pengusaha dan buruh dalam penetapan jumlah upah kepada mereka merupakan bentuk dari eksploitasi manusia. Menurut Mustofa (2010) eksploitasi kepada buruh dalam bentuk kebebasan berekonomi tanpa memperhatikan nasib buruh merupakan pola pemiskinan secara sistematik yang lebih menguntungkan kaum pemilik modal yang merupakan cerminan sistem kapitalisme yang tidak adil dan tidak manusiawi memandang buruh sebagai mesin uang bagi usaha mereka dengan cara memberikan gaji yang kurang pantas.
Sebagai contoh
Segera Urus e-KTP, Lewat 30 April, Bayar Sendiri
SIDRAP - Proses pengurusan e-KTP di Kabuten Sidrap, sudah hampir rampung. Hingga kini, realisasi e-KTP sudah mencapai 177 ribu lebih atau sekitar 80 persen.
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, A Dala Siradjuddin melalui Kepala Bidang Kependudukan, Hamzah, beberapa waktu lalu. Menurut Hamzah, pihaknya mengaku bisa merampungkan proses pembuatan e-KTP tersebut dalam waktu mendekat.
Hamzah mengingatkan agar warga wajib e-KTP di Sidrap tidak menyia-nyiakan waktu dan secepatnya melakukan pengurusan, hingga 30 April mendatang.
Pemda juga melakukan penambahan waktu. "Sebenarnya batas waktu pelayanan sistem rekam data sudah berakhir 10 Februari. Namun kita tetap diberi perpanjangan hingga 30 April mendatang," katanya.
Menurut Hamzah, pengurusan e-KTP setelah 30 April, itu berisiko bagi wajib e-KTP. Sebab katanya boleh jadi biaya pengurusannya ditanggung masyarakat atau Pemda. "Maksud saya, bukan lagi pusat yang tanggung ongkosnya," ujarnya.(*/tribun-timur.com)
Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Dinas Kependudukan Catatan Sipil, A Dala Siradjuddin melalui Kepala Bidang Kependudukan, Hamzah, beberapa waktu lalu. Menurut Hamzah, pihaknya mengaku bisa merampungkan proses pembuatan e-KTP tersebut dalam waktu mendekat.
Hamzah mengingatkan agar warga wajib e-KTP di Sidrap tidak menyia-nyiakan waktu dan secepatnya melakukan pengurusan, hingga 30 April mendatang.
Pemda juga melakukan penambahan waktu. "Sebenarnya batas waktu pelayanan sistem rekam data sudah berakhir 10 Februari. Namun kita tetap diberi perpanjangan hingga 30 April mendatang," katanya.
Menurut Hamzah, pengurusan e-KTP setelah 30 April, itu berisiko bagi wajib e-KTP. Sebab katanya boleh jadi biaya pengurusannya ditanggung masyarakat atau Pemda. "Maksud saya, bukan lagi pusat yang tanggung ongkosnya," ujarnya.(*/tribun-timur.com)
40 Persen Warga Makassar Belum Urus e-KTP
MAKASSAR - Sebanyak 375 ribu atau 40 persen warga Makassar belum mengurus KTP elektronik atau e-KTP. Jumlah wajib KTP di Makassar sebanyak 938 ribu. Rendahnya tingkat pelaksanaan pendaftaran wajib KTP ini disebabkan perangkat komputer belum cukup kerusakan perangkat, belum mendapatkan surat panggilan, dan minat warga untuk mendaftarkan diri minim.
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar Maruhum Sinaga di kantornya, Jl Teduh Bersinar, Makassar, Rabu (22/2/2012).
Hingga Februari 2012, baru 562 ribu atau 60 persen warga terdaftar memeroleh e-KTP.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi batas waktu hingga, 30 April 2012 untuk pendaftaran e-KTP di Makassar. Awalnya, Kemendagri memberi batas waktu hingga 31 Desember 2012, namun target gagal tercapai.(*/tribun-timur.com)
Hal ini dikatakan Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Makassar Maruhum Sinaga di kantornya, Jl Teduh Bersinar, Makassar, Rabu (22/2/2012).
Hingga Februari 2012, baru 562 ribu atau 60 persen warga terdaftar memeroleh e-KTP.
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memberi batas waktu hingga, 30 April 2012 untuk pendaftaran e-KTP di Makassar. Awalnya, Kemendagri memberi batas waktu hingga 31 Desember 2012, namun target gagal tercapai.(*/tribun-timur.com)
Subscribe to:
Posts (Atom)






